Pagi mulai memanggil di bilangannya yang kesembilan
mentari pagi mulai menyengat....
hingga seluruh pori-pori kulitku merajuk , mengirimkan peluhnya.
kusapa ia dengan seluruh bara gairahku,
bersahabatlah denganku, kau tahu mentari ...
beberapa majelis cintaNya
telah memanggilku dengan segenap rindunya..
seorang bunda sebaya menyapaku.
ia katakan lautan rindu berpeluh
telah menantiku dengan nasyid bergenta..
Yaa Allah
Yaa Rasul salam 'alaika...
Yaa Nabii salam...salam 'alaika
Yaa Habib salam 'alaika
ShalawattulLah...'alaika
Kuberpacu dengan degup dan hentak detik bertalu..
Angin ..datanglah dengan semilirmu..
Jadikan perjalanan ini sederhana
Tanah pucat yang kutapaki menjerit
karena ia terluka, rusak dan layaknya berteriak satu kalimat
'aku tak ingin membuatmu terhalang menabur benih-benih cinta
Sang Pemilik..
Kala kujejakkan tapak kakiku pada sebuah pesantren nan sederhana
dengan tiang-tiang lunglai menunggu insan-insan pembenar jalanNya..
Yaa Rabb..
mereka merangkulku dengan mata-mata penuh cinta
mencium labuhtanganku (tak bisa kucegah), kedua belah pipiku
senandung penuh rindu...menari lewat petah lisan
menyentuh hingga sel terdalamku,
hamba tersengguk...
Selalu dan selalu pujian untukMu Yang Maha Terpuji
.....
Siang menyapa tanpa pernah menoleh
MajelisMu yang lain menunggu kalimah ayat-ayat langit
terurai, menelusup ke dalam sanubari,
menarikan seluruh sel-sel otak
dan memerintah seluruh raga berlari
menuju langit
....
malamMu menyapa
dan lalu...dan lalu..
Apakah yang lebih membahagiakan bagi seorang hamba?
kala ia berbagi cintaNya secara sederhana?
VBR Bintaro,
4 April 2009
mentari pagi mulai menyengat....
hingga seluruh pori-pori kulitku merajuk , mengirimkan peluhnya.
kusapa ia dengan seluruh bara gairahku,
bersahabatlah denganku, kau tahu mentari ...
beberapa majelis cintaNya
telah memanggilku dengan segenap rindunya..
seorang bunda sebaya menyapaku.
ia katakan lautan rindu berpeluh
telah menantiku dengan nasyid bergenta..
Yaa Allah
Yaa Rasul salam 'alaika...
Yaa Nabii salam...salam 'alaika
Yaa Habib salam 'alaika
ShalawattulLah...'alaika
Kuberpacu dengan degup dan hentak detik bertalu..
Angin ..datanglah dengan semilirmu..
Jadikan perjalanan ini sederhana
Tanah pucat yang kutapaki menjerit
karena ia terluka, rusak dan layaknya berteriak satu kalimat
'aku tak ingin membuatmu terhalang menabur benih-benih cinta
Sang Pemilik..
Kala kujejakkan tapak kakiku pada sebuah pesantren nan sederhana
dengan tiang-tiang lunglai menunggu insan-insan pembenar jalanNya..
Yaa Rabb..
mereka merangkulku dengan mata-mata penuh cinta
mencium labuhtanganku (tak bisa kucegah), kedua belah pipiku
senandung penuh rindu...menari lewat petah lisan
menyentuh hingga sel terdalamku,
hamba tersengguk...
Selalu dan selalu pujian untukMu Yang Maha Terpuji
.....
Siang menyapa tanpa pernah menoleh
MajelisMu yang lain menunggu kalimah ayat-ayat langit
terurai, menelusup ke dalam sanubari,
menarikan seluruh sel-sel otak
dan memerintah seluruh raga berlari
menuju langit
....
malamMu menyapa
dan lalu...dan lalu..
Apakah yang lebih membahagiakan bagi seorang hamba?
kala ia berbagi cintaNya secara sederhana?
VBR Bintaro,
4 April 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar