Selama ini sampah menjadi masalah yang cukup mengganggu. selain masalah kesehatan, sampah juga berpotensi menjadi masalah sosial yang akut. Sampah diproduksi dan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari behaviour manusia.
Selain membutuhkan habit positif bagi setiap individu, tata kelola sampah yang lahir sebagai produk aturan menjadi sangat penting. Volume sampah yang dihasilkan dari berbagai sumber, mulai dari sampah rumah tangga hingga industri sudah sangat besar.
Dalam pengelolan sampah diberikan kepastian hukum, kejelasan tanggung jawab dan kewenangan pemerintah, pemerintah daerah serta peran masyarakat dan dunia usaha, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif dan efisien.
Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan (sustainable)yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah bertugas menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan lingkungan sesuai dengan tujuan sebagaimana dimaksud dalam UU No 18 tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah.
Penumpukan sampah di TPA (Tempat pembuangan Akhir) adalah akibat hampir semua pemerintah daerah di Indonesia masih menganut paradigma lama penanganan sampah kota, yang menitikberatkan hanya pada pengangkutan dan pembuangan akhir. TPA dengan sistem lahan urug saniter yang ramah lingkungan ternyata tidak ramah dalam aspek pembiayaan, karena membutuhkan biaya tinggi untuk investasi, konstruksi, operasi dan pemeliharaan.
Perlu kita cermati bersama bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengelolaan sampah antara lain: kepadatan dan penyebaran penduduk, karakteristik fisik lingkungan dan sosial ekonomi, karakteristik sampah , budaya sikap dan perilaku masyarakat, jarak dari sumber sampah ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA), rencana tata ruang dan pengembangan wilayah, sarana pengumpulan, pengangkutan, pengolahan TPA, dan ketersediaan biaya. Dan tak kalah pentingnya adalah peraturan daerah yang menjadi payung hukum tata kelola sampah.
Koordinasi ala Tangsel
Ada terobosan yang dilakukan oleh walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Dhiany misalnya, dengan mencoba melakukan kerja sama antardaerah dalam pengelolaan sampah. Cukup baik political will yang ditunjukkan walikota dengan mendatangi kota dan kabupaten sekitar Tangsel untuk melakukan koordinasi dan kerjasama.
Betul apa yang disampaikan walikota bahwa menangani sampah adalah upaya lintas daerah yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Namun demikian, Pemerintah Provinsi Banten jelas harus menjawab dengan memberikan peran koordinasi agar secara kewilayahan pengelolaan sampah ini dapat diatasi dengan strategi kebersamaan dan terintegrasi. Keberadaan Perda memang sangatlah diperlukan dalam rangka menciptakan kepastian hukum.
Kepastian hukum tersebut diharapkan mampu menjadi payung hukum bagi pemerintah daerah untuk melakukan kerjasama antarpemerintah daerah dalam pengelolaan sampah. Kerjasama sebagaimana yang dimaksud dalam bentuk kerjasama atau pembuatan usaha bersama pengelolaan sampah antar kab/kota yang berdekatan atau bertetangga.
Dalam menyelenggarakan pengelolaan sampah, pemerintah provinsi mempunyai kewenangan : menetapkan kebijakan dan strategi sesuai dengan kebijakan pemerintah ; memfasilitasi kerjasama antardaerah dalam satu provinsi, kemitraan dan jejaring pengelolaan sampah;menyelenggarakan koordinasi, pembinaan dan pengawasan kinerja kabupaten/kota dan memfasilitasi penyelesaian perselisihan pengelolaan sampah antarkabupaten/kota dalam satu provinsi.
Desentralisasi
Pengelolaan sampah merupakan proses yang diperlukan dengan dua tujuan : mengubah sampah menjadi material baru yang memiliki nilai ekonomis atau mengelola sampah agar menjadi material yang tidak membahayakan bagi lingkungan hidup.
Sudah seharusnya pemerintah mengubah pola fikir pembangunan yang lebih bernuansa atau ramah lingkungan. Konsep pengelolaan sampah terpadu sudah saatnya diterapkan, yaitu dengan meminimasi sampah dan maksimasi daur ulang dan pengomposan disertai TPA yang ramah lingkungan. Paradigma baru penanganan sampah lebih merupakan satu siklus yang sejalan dengan konsep ekologi. Energi baru yang dihasilkan dari penguraian sampah maupun proses daur ulang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.
Sungguh sangat membantu jika pengelolaan sampah dilakukan terdesentralisasi. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengelolaan sampah di perkotaan tidak berjalan efektif dan efisien karena terpusat. Pengelolaan sampah terdesentralisasi dapat dilakukan di setiap RT atau RW, dengan cara mengubah sampah menjadi kompos. Dengan cara ini volume sampah yang diangkut ke TPA dapat dikurangi. Akhirnya, mari kita tunggu lahirnya Perda pengelolaan sampah di Provinsi Banten.
Penulis, Sekretaris Fraksi PKS
DPRD Provinsi Banten
Sabtu, 18 Juni 2011
Selasa, 31 Mei 2011
Cinta Yang Hening
Story by Siti Saidah
Angin di awal bulan Juni terasa menggigit untuk Marini. Terasa menusuk hingga ke belulangnya. Ia melenguh sejenak, berharap rasa ngilu itu sedikit saja berkurang lalu dirapatkannya cardigan kelabu usang dengan jemarinya yang menggigil. Argh…sekarang geliginya yang gemeletuk, angin rupanya tak berbelas padahal Marini belum puas memanjakan anggrek bulannya yang sedang bermekaran.
Kali ini diseret kedua belah kakinya ke ruang tamu. Sofa lembut hijau tosca favoritnya itu selalu memanggilnya merebahkan diri untuk memulihkan sejenak raganya. Ruang enam kali enam meter itu begitu enak dipandang mata dan disentuh siapa saja yang ingin membuat ruang ini semarak.
Disudut dekat kamar Ivan, anak sulungnya, terbaring piano yang seusia dengan masa perkawinannya dengan Mas Bimo. Seulas senyum merekah di bibirnya, bayangan detik-detik berbunga yang berkelebat berkejaran menari di pelupuknya dengan tarian yang paling indah.
“Mam….
Mas Bimo muncul dari arah dapur dengan dua cangkir teh hangat. Hm…aroma putik melati membelai bulu-bulu hidung Marini. Ia menghirup aroma teh melati hingga memenuhi rongga dadanya. Mas Bimo selalu mengekspresikan perasaannya dengan melakukan apapun yang menyenangkannya. Tak pernah ada kata cinta sepanjang perkawinan mereka. Tapi, tuhanku Maha Kasih, mas Bimo tak pernah kehabisan perbendaharaan untuk membuat Marini merasa lebih dari sekedar kata cinta.
“mumpung masih hangat , reguklah mam…engkau akan merasa lebih nyaman” mas Bimo mendekatkan cangkir teh beraroma melati itu ke bibir Marini. Marini meneguknya perlahan, menikmatinya dengan sepenuh rasa karena ada cinta di setiap tegukannya. Bait-bait asa untuk rumah mereka disisi Sang Pemilik berhamburan memainkan nada allegro. Tuhanku, izinkan cinta kami hingga di kampong akhirat, tak kuasa Marini menitikkan embun di belah pipinya .
“Pap….
Suara Marini lirih, nyaris tak terdengar walau mereka duduk di sofa hijau tosca berdekatan. Suara angin awal Juni mengalahkan suara lirihnya.
Mas Bimo menatap penuh kasih belahan jiwanya, perempuan yang selalu cantik di pandangannya. Kesetiaan Marini, kecerdasannya dan keceriaannya yang menggelora membuatnya tak mampu berpaling . Bahkan kala menitikkan air mata, Marini tampak layaknya bunga-bunga bermekaran dan bermandikan embun.
Diraihnya kepala perempuan yang telah melahirkan lima anak pembela di hari akhir itu ke dadanya yang kurus. Tangannya gemetar mengusap kepala Marini. Ia tahu, istrinya merindukan kelima buah hati mereka yang kini hidup berjauhan. Angin awal bulan Juni telah mengiriman khabar pagi ini tentang makna manik-manik yang selalu menderas di kedua belah pipi istrinya. Kedua lengan kurusnya yang masih menyisakan catatan ketegaran hidup itu merengkuh tubuh kurus Marini. Mengirimkan pesan tersurat, anak-anak kita memiliki hidupnya sendiri, kita telah menorehkan catatan terbaik yang dapat kita lakukan. Sayangku, biarkan Sang Pemilik yang akan menggetarkan hati mereka, menyampaikan geletar rindu kita.
Marini terisak dengan menggugu, membasahi koko putih pudar mas Bimo. Ia tahu makna rengkuhan erat pahlawan hidupnya. Ia selalu berkata dengan tubuhnya dan aku selalu dapat membacanya. Karena kalian telah berjodoh, demikian Rose , salah satu sahabatnya yang tersisa berkata dengan nada iri akan kekuatan cinta diantara Marini dan Bimo. Marini segera menghapus ujung tangisnya dengan punggung lengannya, menepuk lembut dada suaminya mengirim pesan ‘aku tak apa-apa, sayangku’.
Mas Bimo beranjak dengan langkah-langkah gemetar, meraih tuts-tuts piano, menekan lembut, gerakannya seperti menari. Denting –denting piano Yamaha memainkan nada nasyid ‘Obat Hati’-nya Opick
Obat hati…
Ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur’an dan maknanya..
Marini turut bersenandung dengan suara merdunya yang masih bervibrasi sempurna. Bimo bersyukur dapat menghilangkan sejenak lara istrinya yang merindu. Siapa yang dapat menahan hati seorang ibu untuk bertemu dengan anak-anak yang pernah melingkar nyaman di dalam rahimnya. Sementara, aku , ayah mereka membunuh rindu sejenak dengan membaca kitab suci berpuluh-puluh ayat …toh kututup dengan tangisan yang bersembunyi di labirin hati yang paling dalam? Tuhanku, rindu itu menggenggam erat kami.
Bimo menghela nafas berat.
Ya Allah…lindungi anak-anakku, jadikan mereka penolongku di hari kemudian…
kedua tangannya menangkup didadanya, menahan nyeri rindu yang memerih.
Langkah-langkah kecil Marini memburu telepon yang terletak di ruang makan, mengangkatnya dengan penuh harap, anak-anaknya yang berbicara di seberang sana. Bukan dokter Darwin yang tidak pernah bosan menyapa di siang hari sekedar mengingatkan minum obat.
‘Assalamu’alaikum mam… ini Ivan..”
Suara yang dulu merengek dipangkuannya kini menyapa Marini, suara yang dinanti-nantiknya. Hatinya bergemuruh riang, hingga jatungnya terasa menari.
Riang itu kembali berganti nyeri yang menggigit karena seperti biasanya, Ivan begitu sibuk dengan usaha travelnya, ia berada di Negara kincir angin. Bagaimana aku bisa memeluk dan bercakap-cakap tentang indahnya mentari tenggelam di pantai Anyer? Begitu juga dengan Adit yang sedang berumroh sekeluarga, Ibra yang kuliah lagi untuk doctor robotiknya di negeri Sakura, Iman masih merenovasi rumahnya di Nagari pempek atau si bungsu Rayhan yang sedang meneliti untuk tesis masternya ke pedalaman suku Badui di Lebak. Lisan Marini keluh, di letakkan gagang telepon dengan perlahan, sesunyi detik-detik yang dilaluinya kini.
Perkawinan emas baru dilaluinya bulan lalu. Lima puluh tahun telah berlari demikian cepat.
Marini merasakan lengan yang masih kekar itu merengkuhnya dari punggungnya.
Lengan itu berkata-kata, menguatkan hatinya mengirim janji setia hingga sang maut menjemput.
‘dengarlah bidadariku, Dia memanggil kita dengan cinta. Mari kita bermesraan dengan Sang Maha Kasih’ . Mas Bimo menuntun Marini dengan penuh kasih. Bersujud pasrah dengan Sang Pemilik Waktu.
Bintaro, 5 Juni 2009
Angin di awal bulan Juni terasa menggigit untuk Marini. Terasa menusuk hingga ke belulangnya. Ia melenguh sejenak, berharap rasa ngilu itu sedikit saja berkurang lalu dirapatkannya cardigan kelabu usang dengan jemarinya yang menggigil. Argh…sekarang geliginya yang gemeletuk, angin rupanya tak berbelas padahal Marini belum puas memanjakan anggrek bulannya yang sedang bermekaran.
Kali ini diseret kedua belah kakinya ke ruang tamu. Sofa lembut hijau tosca favoritnya itu selalu memanggilnya merebahkan diri untuk memulihkan sejenak raganya. Ruang enam kali enam meter itu begitu enak dipandang mata dan disentuh siapa saja yang ingin membuat ruang ini semarak.
Disudut dekat kamar Ivan, anak sulungnya, terbaring piano yang seusia dengan masa perkawinannya dengan Mas Bimo. Seulas senyum merekah di bibirnya, bayangan detik-detik berbunga yang berkelebat berkejaran menari di pelupuknya dengan tarian yang paling indah.
“Mam….
Mas Bimo muncul dari arah dapur dengan dua cangkir teh hangat. Hm…aroma putik melati membelai bulu-bulu hidung Marini. Ia menghirup aroma teh melati hingga memenuhi rongga dadanya. Mas Bimo selalu mengekspresikan perasaannya dengan melakukan apapun yang menyenangkannya. Tak pernah ada kata cinta sepanjang perkawinan mereka. Tapi, tuhanku Maha Kasih, mas Bimo tak pernah kehabisan perbendaharaan untuk membuat Marini merasa lebih dari sekedar kata cinta.
“mumpung masih hangat , reguklah mam…engkau akan merasa lebih nyaman” mas Bimo mendekatkan cangkir teh beraroma melati itu ke bibir Marini. Marini meneguknya perlahan, menikmatinya dengan sepenuh rasa karena ada cinta di setiap tegukannya. Bait-bait asa untuk rumah mereka disisi Sang Pemilik berhamburan memainkan nada allegro. Tuhanku, izinkan cinta kami hingga di kampong akhirat, tak kuasa Marini menitikkan embun di belah pipinya .
“Pap….
Suara Marini lirih, nyaris tak terdengar walau mereka duduk di sofa hijau tosca berdekatan. Suara angin awal Juni mengalahkan suara lirihnya.
Mas Bimo menatap penuh kasih belahan jiwanya, perempuan yang selalu cantik di pandangannya. Kesetiaan Marini, kecerdasannya dan keceriaannya yang menggelora membuatnya tak mampu berpaling . Bahkan kala menitikkan air mata, Marini tampak layaknya bunga-bunga bermekaran dan bermandikan embun.
Diraihnya kepala perempuan yang telah melahirkan lima anak pembela di hari akhir itu ke dadanya yang kurus. Tangannya gemetar mengusap kepala Marini. Ia tahu, istrinya merindukan kelima buah hati mereka yang kini hidup berjauhan. Angin awal bulan Juni telah mengiriman khabar pagi ini tentang makna manik-manik yang selalu menderas di kedua belah pipi istrinya. Kedua lengan kurusnya yang masih menyisakan catatan ketegaran hidup itu merengkuh tubuh kurus Marini. Mengirimkan pesan tersurat, anak-anak kita memiliki hidupnya sendiri, kita telah menorehkan catatan terbaik yang dapat kita lakukan. Sayangku, biarkan Sang Pemilik yang akan menggetarkan hati mereka, menyampaikan geletar rindu kita.
Marini terisak dengan menggugu, membasahi koko putih pudar mas Bimo. Ia tahu makna rengkuhan erat pahlawan hidupnya. Ia selalu berkata dengan tubuhnya dan aku selalu dapat membacanya. Karena kalian telah berjodoh, demikian Rose , salah satu sahabatnya yang tersisa berkata dengan nada iri akan kekuatan cinta diantara Marini dan Bimo. Marini segera menghapus ujung tangisnya dengan punggung lengannya, menepuk lembut dada suaminya mengirim pesan ‘aku tak apa-apa, sayangku’.
Mas Bimo beranjak dengan langkah-langkah gemetar, meraih tuts-tuts piano, menekan lembut, gerakannya seperti menari. Denting –denting piano Yamaha memainkan nada nasyid ‘Obat Hati’-nya Opick
Obat hati…
Ada lima perkaranya
Yang pertama baca Qur’an dan maknanya..
Marini turut bersenandung dengan suara merdunya yang masih bervibrasi sempurna. Bimo bersyukur dapat menghilangkan sejenak lara istrinya yang merindu. Siapa yang dapat menahan hati seorang ibu untuk bertemu dengan anak-anak yang pernah melingkar nyaman di dalam rahimnya. Sementara, aku , ayah mereka membunuh rindu sejenak dengan membaca kitab suci berpuluh-puluh ayat …toh kututup dengan tangisan yang bersembunyi di labirin hati yang paling dalam? Tuhanku, rindu itu menggenggam erat kami.
Bimo menghela nafas berat.
Ya Allah…lindungi anak-anakku, jadikan mereka penolongku di hari kemudian…
kedua tangannya menangkup didadanya, menahan nyeri rindu yang memerih.
Langkah-langkah kecil Marini memburu telepon yang terletak di ruang makan, mengangkatnya dengan penuh harap, anak-anaknya yang berbicara di seberang sana. Bukan dokter Darwin yang tidak pernah bosan menyapa di siang hari sekedar mengingatkan minum obat.
‘Assalamu’alaikum mam… ini Ivan..”
Suara yang dulu merengek dipangkuannya kini menyapa Marini, suara yang dinanti-nantiknya. Hatinya bergemuruh riang, hingga jatungnya terasa menari.
Riang itu kembali berganti nyeri yang menggigit karena seperti biasanya, Ivan begitu sibuk dengan usaha travelnya, ia berada di Negara kincir angin. Bagaimana aku bisa memeluk dan bercakap-cakap tentang indahnya mentari tenggelam di pantai Anyer? Begitu juga dengan Adit yang sedang berumroh sekeluarga, Ibra yang kuliah lagi untuk doctor robotiknya di negeri Sakura, Iman masih merenovasi rumahnya di Nagari pempek atau si bungsu Rayhan yang sedang meneliti untuk tesis masternya ke pedalaman suku Badui di Lebak. Lisan Marini keluh, di letakkan gagang telepon dengan perlahan, sesunyi detik-detik yang dilaluinya kini.
Perkawinan emas baru dilaluinya bulan lalu. Lima puluh tahun telah berlari demikian cepat.
Marini merasakan lengan yang masih kekar itu merengkuhnya dari punggungnya.
Lengan itu berkata-kata, menguatkan hatinya mengirim janji setia hingga sang maut menjemput.
‘dengarlah bidadariku, Dia memanggil kita dengan cinta. Mari kita bermesraan dengan Sang Maha Kasih’ . Mas Bimo menuntun Marini dengan penuh kasih. Bersujud pasrah dengan Sang Pemilik Waktu.
Bintaro, 5 Juni 2009
Cahaya Putriku
sepenggal catatan kunjungan ke pesantren Insan Mubarak)
putri sulungku, aisyah farah amani 14 tahun usianya,
kelas 8 nyantri di pesantren.
Tumbuh menjadi abg yang cantik.
tangan mungilnya selalu dimasukkan kesaku rok panjang lebarnya,
kala kulihat,
jemari kanannya
menggenggam Qur'an mungil
dan lisannya petah melafadz juz 28.
ia tertunduk,
aku ingin spt kakak kelasku, bun..
hafal 6 juzz...
wajahnya smakin bersinar,
walau coba ia lindungi dari jilbab lebarnya.
ia segera menggamit lenganku,
berlari menyuruk ke beranda mesjid.
Kubertanya, ada apa anakku shalihat?
Sebentar lagi adzan, bunda.
Para santri rijal dan penduduk sekitar shalat di mesjid ini,
tuturnya tersengal-sengal sambil mengajakku berwudhu.
AlhamdulilLah,
Dia telah menjaga putriku dalam rumahNya yang bersinar...
CintaNya ada di seluruh dimensi putriku
dan seluruh muslimah, insyaa Allah
16 mei 2009
putri sulungku, aisyah farah amani 14 tahun usianya,
kelas 8 nyantri di pesantren.
Tumbuh menjadi abg yang cantik.
tangan mungilnya selalu dimasukkan kesaku rok panjang lebarnya,
kala kulihat,
jemari kanannya
menggenggam Qur'an mungil
dan lisannya petah melafadz juz 28.
ia tertunduk,
aku ingin spt kakak kelasku, bun..
hafal 6 juzz...
wajahnya smakin bersinar,
walau coba ia lindungi dari jilbab lebarnya.
ia segera menggamit lenganku,
berlari menyuruk ke beranda mesjid.
Kubertanya, ada apa anakku shalihat?
Sebentar lagi adzan, bunda.
Para santri rijal dan penduduk sekitar shalat di mesjid ini,
tuturnya tersengal-sengal sambil mengajakku berwudhu.
AlhamdulilLah,
Dia telah menjaga putriku dalam rumahNya yang bersinar...
CintaNya ada di seluruh dimensi putriku
dan seluruh muslimah, insyaa Allah
16 mei 2009
Langkah-Langkah Kecil Menuju Kemenangan
Pagi mulai memanggil di bilangannya yang kesembilan
mentari pagi mulai menyengat....
hingga seluruh pori-pori kulitku merajuk , mengirimkan peluhnya.
kusapa ia dengan seluruh bara gairahku,
bersahabatlah denganku, kau tahu mentari ...
beberapa majelis cintaNya
telah memanggilku dengan segenap rindunya..
seorang bunda sebaya menyapaku.
ia katakan lautan rindu berpeluh
telah menantiku dengan nasyid bergenta..
Yaa Allah
Yaa Rasul salam 'alaika...
Yaa Nabii salam...salam 'alaika
Yaa Habib salam 'alaika
ShalawattulLah...'alaika
Kuberpacu dengan degup dan hentak detik bertalu..
Angin ..datanglah dengan semilirmu..
Jadikan perjalanan ini sederhana
Tanah pucat yang kutapaki menjerit
karena ia terluka, rusak dan layaknya berteriak satu kalimat
'aku tak ingin membuatmu terhalang menabur benih-benih cinta
Sang Pemilik..
Kala kujejakkan tapak kakiku pada sebuah pesantren nan sederhana
dengan tiang-tiang lunglai menunggu insan-insan pembenar jalanNya..
Yaa Rabb..
mereka merangkulku dengan mata-mata penuh cinta
mencium labuhtanganku (tak bisa kucegah), kedua belah pipiku
senandung penuh rindu...menari lewat petah lisan
menyentuh hingga sel terdalamku,
hamba tersengguk...
Selalu dan selalu pujian untukMu Yang Maha Terpuji
.....
Siang menyapa tanpa pernah menoleh
MajelisMu yang lain menunggu kalimah ayat-ayat langit
terurai, menelusup ke dalam sanubari,
menarikan seluruh sel-sel otak
dan memerintah seluruh raga berlari
menuju langit
....
malamMu menyapa
dan lalu...dan lalu..
Apakah yang lebih membahagiakan bagi seorang hamba?
kala ia berbagi cintaNya secara sederhana?
VBR Bintaro,
4 April 2009
mentari pagi mulai menyengat....
hingga seluruh pori-pori kulitku merajuk , mengirimkan peluhnya.
kusapa ia dengan seluruh bara gairahku,
bersahabatlah denganku, kau tahu mentari ...
beberapa majelis cintaNya
telah memanggilku dengan segenap rindunya..
seorang bunda sebaya menyapaku.
ia katakan lautan rindu berpeluh
telah menantiku dengan nasyid bergenta..
Yaa Allah
Yaa Rasul salam 'alaika...
Yaa Nabii salam...salam 'alaika
Yaa Habib salam 'alaika
ShalawattulLah...'alaika
Kuberpacu dengan degup dan hentak detik bertalu..
Angin ..datanglah dengan semilirmu..
Jadikan perjalanan ini sederhana
Tanah pucat yang kutapaki menjerit
karena ia terluka, rusak dan layaknya berteriak satu kalimat
'aku tak ingin membuatmu terhalang menabur benih-benih cinta
Sang Pemilik..
Kala kujejakkan tapak kakiku pada sebuah pesantren nan sederhana
dengan tiang-tiang lunglai menunggu insan-insan pembenar jalanNya..
Yaa Rabb..
mereka merangkulku dengan mata-mata penuh cinta
mencium labuhtanganku (tak bisa kucegah), kedua belah pipiku
senandung penuh rindu...menari lewat petah lisan
menyentuh hingga sel terdalamku,
hamba tersengguk...
Selalu dan selalu pujian untukMu Yang Maha Terpuji
.....
Siang menyapa tanpa pernah menoleh
MajelisMu yang lain menunggu kalimah ayat-ayat langit
terurai, menelusup ke dalam sanubari,
menarikan seluruh sel-sel otak
dan memerintah seluruh raga berlari
menuju langit
....
malamMu menyapa
dan lalu...dan lalu..
Apakah yang lebih membahagiakan bagi seorang hamba?
kala ia berbagi cintaNya secara sederhana?
VBR Bintaro,
4 April 2009
Miladmu Teman..(2)
kudengar tik...tak...jarum jam memukul masa
Ada bilangan berlalu
yang tak kuasa berpaling ke belakang
teman, dernyit menit menyampaikan pesan
tak kan pernah mampu kita urai
lewat petutur berbuih
lahu mahfudz meminta catatan terbaiknya
dentuman jamnya mengingatkan
bila waktu kan berakhir
kelak kan menderang
jannah mana yang akan kita peluk
Happy b'day..
5 April 2009
Ada bilangan berlalu
yang tak kuasa berpaling ke belakang
teman, dernyit menit menyampaikan pesan
tak kan pernah mampu kita urai
lewat petutur berbuih
lahu mahfudz meminta catatan terbaiknya
dentuman jamnya mengingatkan
bila waktu kan berakhir
kelak kan menderang
jannah mana yang akan kita peluk
Happy b'day..
5 April 2009
Miladmu Teman..
Jejak langkahmu masih tergambar
pada pantai perhiasan kehidupan
Sejenak sapuan lembut riak..
memisahkanmu pada masa yang ingin kau kenang...
Berjejaklah terus
dengan tapakmu yang kukuh...
karena di sana
Dia menyiapkan hamparan tilam lembut jannah
untukmu kelak
Diantara angin malam yang mengusap lembut ragaku,
Bintaro, 23 Maret 2009
Untuk seluruh teman-teman,
yang bermilad pada hari ni
pada pantai perhiasan kehidupan
Sejenak sapuan lembut riak..
memisahkanmu pada masa yang ingin kau kenang...
Berjejaklah terus
dengan tapakmu yang kukuh...
karena di sana
Dia menyiapkan hamparan tilam lembut jannah
untukmu kelak
Diantara angin malam yang mengusap lembut ragaku,
Bintaro, 23 Maret 2009
Untuk seluruh teman-teman,
yang bermilad pada hari ni
Kerudung
kukenakan kerudung membungkus seluruh tubuhku
kala aku mekar secantik krisan
kala aku mewangi seharum mawar jingga
kala aku berseri merona kejora
kala aku cemerlang sekerlip gemintang
karena Dia Maha Sempurna
serahkan raga dan bilik jiwa hanya pada Sang Pemilik
Dia membalasku kini
teramat lebih
Dia meletakkan dunia pada tanganku
Dia memberikanku seorang pangeran
dan cahaya mata belahan jiwa
yang memberikan cinta dengan melulu
(lalu, kukatakan pada dunia
lihatlah sepotong jilbab beratnya tak lebih dari sebotol plastik kecap kecil telah menaklukan syahwatku pada dunia)
Bintaro, 6 maret 2009
Ini catatan dadakan (bukan sambel dadak di resto sunda ya..)
coz nama kami perempuan berkerudung di tag di puisinya abinya Noe letto alias cak Nun
ketika namanya melintas, tembang nasyid tombo ati
menyiram suasana hati yang melow
JazakilLah buat Mbak Anna..
kala aku mekar secantik krisan
kala aku mewangi seharum mawar jingga
kala aku berseri merona kejora
kala aku cemerlang sekerlip gemintang
karena Dia Maha Sempurna
serahkan raga dan bilik jiwa hanya pada Sang Pemilik
Dia membalasku kini
teramat lebih
Dia meletakkan dunia pada tanganku
Dia memberikanku seorang pangeran
dan cahaya mata belahan jiwa
yang memberikan cinta dengan melulu
(lalu, kukatakan pada dunia
lihatlah sepotong jilbab beratnya tak lebih dari sebotol plastik kecap kecil telah menaklukan syahwatku pada dunia)
Bintaro, 6 maret 2009
Ini catatan dadakan (bukan sambel dadak di resto sunda ya..)
coz nama kami perempuan berkerudung di tag di puisinya abinya Noe letto alias cak Nun
ketika namanya melintas, tembang nasyid tombo ati
menyiram suasana hati yang melow
JazakilLah buat Mbak Anna..
Bait Doa Di Pagi Hari
Aku rindu...
rindu menulis bait-bait yang keluar dari geletar dawai hati.
Hati yang gerimis..
Meluahkan aneka irama yang telah kulakukan sekian lama,
kala usiaku menjejak kedualabuh jemari tanganku.
Adakalanya memainkan nada simphony, jazzy melankolis bahkan mars yang meletup-letup bergairah. Ada tangis yang berderai-derai disana,
ada lompatan kaki yang menghentak.
Yang tak pernah aku berhenti bersyukur adalah selalu ada Dia disana...
Laa tahzan innalLaha ma'ana..
Jemariku keluh, karena ia tak kuasa menuliskan gerimis hati ini dalam noktah bait ...
jemariku letih, karena lisanku petah bertutur mencari literasi bernas...
...............................................................................................
gerimis ini membuncah lalu menganak sungai dikedua belah pipiku,
Tuhanku,
Laa haula wa laa quwwata illa bilLah
............................................................................................
Engkau Maha Tahu setiap lintasan hati, tutur dan fikiran hatta yang menyelinap diam
hambaMu ini ridlo menukar semuanya untuk memeluk walau sedikit saja ridloMu
Tuhanku,
hambaMu ini teramat malu karena kasihMu tak berbilang
walau alpaku ......
Tuhanku....
Maha Cinta
hambaMu ini teramat malu, bila amanah teramat berat ini
tercatat di shuhufku dengan tinta merah dan malaikatmu menghentakkan dan berpaling
dan seluruh prajurit ragaku mencela...
Tuhanku...
Maha Kasih
Walau sepenuh langit dan bumi mencela dan menjauhiku
kumohon jangan pernah tinggalkan bait cintaMu padaku
selimuti aku dengan ridhoMu..
Amiiin
6 Maret 2009
Kenangan Suatu Masa
Masih ada jejak hangat tertinggal di lipatan memoriku
kala tapak mungil kita menjejak dan melompat meraih kunang-kunang
kala jemari kita menghitung gemintang
pada malam yang melontarkan senyum
senandung alphavile meluruh diantara gairah remajamu
Masih kuingat kala jemari-jemari kita
menari ...merajut impian masa depan
Adakah engkau menggenggam impianmu, sahabat?
apakah diantara jejaknya masih kau ingat satu nama
yang meluruhkan harap pada Sang Khalik,
Aku.
Bintaro, 2 Maret 2009
Untuk Sahabat Masa Kecilku,
Yuyun Yuniarsih
kala tapak mungil kita menjejak dan melompat meraih kunang-kunang
kala jemari kita menghitung gemintang
pada malam yang melontarkan senyum
senandung alphavile meluruh diantara gairah remajamu
Masih kuingat kala jemari-jemari kita
menari ...merajut impian masa depan
Adakah engkau menggenggam impianmu, sahabat?
apakah diantara jejaknya masih kau ingat satu nama
yang meluruhkan harap pada Sang Khalik,
Aku.
Bintaro, 2 Maret 2009
Untuk Sahabat Masa Kecilku,
Yuyun Yuniarsih
Tentang Sahabatku
masih terdengar celotehnya merindu dua puluh dua tahun lalu
diantara teman-teman kecil bisunyadi kamarnya yang hening
kuingin seorang adik...
adik yang dapat kuajak merajut hari
kuingin menjadi wanita karir
sehingga aku menjadi empu untuk diriku
itu katamu sahabatku
lalu waktu berlari hingga tak kuasa kita henti
lipatan buku kita menari dengan iramanya masing-masing
kini, kudengar engkau meniti di waktumu yang lain
Maya, sahabat masa gemintangku
moga gemintang menjadi cahaya di kamarmu yang baru......
sepenuh rasa,
Ida
19 februari 2009
diantara teman-teman kecil bisunyadi kamarnya yang hening
kuingin seorang adik...
adik yang dapat kuajak merajut hari
kuingin menjadi wanita karir
sehingga aku menjadi empu untuk diriku
itu katamu sahabatku
lalu waktu berlari hingga tak kuasa kita henti
lipatan buku kita menari dengan iramanya masing-masing
kini, kudengar engkau meniti di waktumu yang lain
Maya, sahabat masa gemintangku
moga gemintang menjadi cahaya di kamarmu yang baru......
sepenuh rasa,
Ida
19 februari 2009
Atas Nama CintaNya
gelimang cintaNya melumuri seluruh ragaku ...
bagaimana aku tak segera bangun dan berlari menyambut undanganNya.
Dia menaruh gemintang di sandaran lelapku..
maka onak di jalan menuju CintaNya seperti beludru yang mengusap dua tapak kakiku..
hempasan diseluruh kulitku adalah embun yang menyegarkan setiap pori-poriku...
karena semuanya ...
atas nama cintaNya.
19 november, 2008
bagaimana aku tak segera bangun dan berlari menyambut undanganNya.
Dia menaruh gemintang di sandaran lelapku..
maka onak di jalan menuju CintaNya seperti beludru yang mengusap dua tapak kakiku..
hempasan diseluruh kulitku adalah embun yang menyegarkan setiap pori-poriku...
karena semuanya ...
atas nama cintaNya.
19 november, 2008
Jeritan Diam
Perjalanan ke daerah, selalu membuat hatiku gerimis, ragaku gemetar, tulangku lunglai dan otakku yang sibuk merangkai jawaban dari apa yang terlihat..
tanah yang kehilangan kesuburannya, teronggok pucat tanpa pernah lagi tersentuh tangan-tangan kuat yang kini lunglai kurang gizi.anak-anak berperut buncit dg baju...sungguh layaknya lap dapurku yang belum dicuci, berhiaskan lelehan tak henti dari kedua liang hidungnya
perempuan-perempuan dengan tatapan kosong tak berdaya ketika mobil-mobil berlalu-lalang tak peduli.
mata tajam mereka bahkan mengintip tanpa jenak, menghujam ke sel-sel ragaku terdalam.
Kau tahu, teman bahkan sel-sel ragakupun menangis.
Jemalin tulangku menghentak, sudahkah kau memenuhi hak mereka hari ini?
.........gerimis dihatiku kian menderas
sudahkah kau menyapa, menyentuh, mendengar keluh-kesah mereka,, menyediakan bahumu untuk mereka ?
.........tangisku kian menghentak hingga ragaku tak lagi acuhjemariku mengais tanah mereka dengan mengiba, suburlah engkau..
kucoba menyusuri pematangnya, menerobos ...mencari anak air
hujanpun menghujam, terlumat habis karena tanah sudah terlalu lama kerontang
Sebait doa lirih diantara tangisku yang diam
Sang Maha Kasih, kasihilah mereka, ampunilah dosa-dosa mereka jika mereka pernah lupa. jadikan tangan-tangan mereka berkah karenaMu.
Ibu bercaping mengangguk lemah, diantara keriput raganya, jemarinya yang gemetar menyentuh ujung kerudungku yang menyentuh pipinya yang kotor. Matanya memerah, kulihat beberapa embun menggenang diujungnya. Senyum lemahnya menitip pesan, terimakasih hari ini anakda adalah hadiah terindah dari Yang Tidak Pernah Tidur, bibirnya berdesis perlahan...
Aku? sibuk dengan tangisku yang kian membisu...karena jeritan di hatiku bergema, menerobos kepundannya dan meledakkan teriakannya...para tikus, janganlah kalian curi hak mereka. Tuhan tidak tidur. Tangisku memainkan nada2 sebastian bach....kemudian kembali tangis yang diam...
Mari Belajar Komunikasi (1) -Sebuah Pengantar (Seri Politik)–
“Some things haven’t changed : human nature and the need to interact effectively. To achieve excellence as a manager, interpersonal skills are essential.”
“ The people who’ve made the most positive impression on me and who’ve had the most positive influence on others as well all share one quality. They’re excellent communicators.”( Lani Arredondo)
Harian Kompas pagi ini, 4 Oktober 2008, menulis sikap presiden SBY di sela-sela acara halal bihalal dengan koleganya yang menyatakan tahun 2008 sebagai tahun politik. Hari ini pula, harian yang sama memberikan penilaian atas kelulusan Sandra Palin dari lubang jarum debat terbuka cawapres AS yang menurut prediksi para kritisi sebelumnya sebagai momen paling memalukan untuk gubernur dari Negara bagian Alaska tersebut. Palin tampil dengan sikap percaya diri, berusaha menguasai keadaan sehingga beberapa kelemahan karena ketidaktahuannya terhadap masalah tertentu dapat tertutupi. Jadi walaupun kalah dari sang senior, Biden, toh ia tidak kalah memalukan..
Pesan apakah sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Presiden SBY dalam momen halal-bihalal? Dan pelajaran apakah yang dapat dipetik dari momen debat terbuka cawapres AS?
Kedua peristiwa dari dua negara dari belahan dunia yang berbeda ini boleh jadi menciptakan persepsi yang berbeda dari pembacanya tergantung dari si pembaca dan fenomena yang menyertainya. Kompas, yang menurut beberapa pengamat media dinisbatkan sebagai Koran humanispun turut menyumbang persepsinya terhadap pembacanya.
Sebagai personal, siapapun dia terlebih SBY, Joe Biden dan Sandra Palin sebagai public figure secara sadar dan tidak sadar memerlukan pencitraan positif bagi dirinya dan menampilkan performa terbaiknya dimanapun ia berada. Sadar, karena hal tersebut dapat mempengaruhi penilain terhadap dirinya, kelompok atau komunitasnya terlebih lagi bagi politisi di masa-masa kampanye karena hal ini dapat mempengaruhi khalayak untuk memilih dirinya dan parpolnya atau mengalihkan pilihan terhadap yang lainnya yang dianggap dapat memenuhi kebutuhan khalayak yang beragam, apalagi di masa-masa yang kian sulit.
Kekuatan medium komunikasipun memegang peranan penting dalam pencitraan dan penyampaian pesan. Tidak dapat dipungkiri mereka yang mampu memanfaatkan seluruh saluran komunikasi dialah yang dapat memenangkan persaingan, sehingga tidak mengherankan dimasa kini belanja iklan baik dari persona maupun perusahaan meningkat pesat seiring pesatnya persaingan di segala bidang. Tidak hanya medium atau saluran melalui iklan di televisi, majalah dan Koran , di masa kini juga memaksimalkan fungsi dari medium komunikasi handphone, pager, voice mail, email, faxes, videoconferencing dan internet. Dengan kecanggihan tehnologi ini, seseorang dapat berkomunikasi dengan siapa saja dari mana saja dan kapan saja. Barrack Obama, capres AS dari kubu demokrat sadar kekuatan internet yang dapat mempertahankan bahkan mendongkrak popularitasnya disamping mendekatkan dirinya dengan pemilih setianya melalui facebook yang konon diakses lebih dari 132 juta orang diseluruh dunia. Fery M Baldan ketua Pansus RUU Pilpres menulis dalam facebooknya, hampir setiap capres dan caleg dari berbagai partai memiliki facebook dan situs pribadi untuk mengenalkan pemikiran dan program kerjanya kelak. Dapat disimpulkan, penggunaan medium saluran komunikasi melalui internet dengan situs dan facebook ini mencitrakan yang bersangkutan sebagai sosok masa kini yang tidak gagap tehnologi dunia maya, terpelajar, berkelas dan berusaha menjangkau konstituennya, yang menurut beberapa pakar politik segmen ini yang paling kritis dalam menentukan pilihan.
Dari uraian diatas, sebenarnya memenuhi kaedah pemikiran dari salah satu founder komunikasi politik dunia, Harold Laswell di thun 1948 yang menyatakan,” who say what in which channel to whom with what effect”. Pemikiran Laswell ini mengisyaratkan bahwa lebih dari satu saluran yang dapat membawa pesan. Jadi, seseorang atau dan komunitasnya jikalau ingin hasil akhir produknya dipilih dan dibeli oleh konsumennya ia harus mampu memanfaatkan sebaik mungkin saluran komunikasi yang ada dimulai dari pencitraan dirinya (who). Hal ini kian mengukuhkan agadium komunikasi politik adalah pembicaraan. Pembicaraan tersebut melalui bahasa verbal (literasi politik yang kaya dan bernas) dan non verbal, baik itu gesture, ekspresi, performa bahkan penggunaan merek-merek produk terkenal dan mendunia seperti mobil, pakaian, tas , sepatu dst bahkan parfum yang dikenakan. Politisi yang gagap menyampaikan pesan-pesannya melalui bahasa-bahasa verbal dan non verbal terlebih di masa multipartai dan banyaknya politisi muda yang high qualified , segar dan bersih, dengan sendirinya akan tersingkir.
Para politisi, baik old fashioned atau muka lama maupun pendatang baru (bahkan karbitan karena factor genetis), harus melengkapi kualifikasi dirinya dengan kecakapan komunikasi interpersonal karena walaupun dunia sangat dinamis dengan perubahannya yang cepat, ada yang tidak pernah berubah yaitu kebiasaan alami (tabiat) manusia dan kebutuhannya pada interaksi yang efektif (bisa diterjemahkan yang mudah dimengerti dan langsung dirasakan manfaatnya). Komunikator yang hebat adalah mereka yang mampu membuat pencitraan paling positif tentang dirinya dan mampu mempengaruhi orang lain.
Karenanya, mari belajar berkomunikasi. Bagaimana menurut anda?
Bintaro, 4 Oktober 2008
Siti Saidah Silalahi,
Konsultan Komunikasi ‘Lingkar Pelita’
Kamis, 26 Mei 2011
Catatan Perjalanan Ke Tapal Batas Banten-Sukabumi (Jawa barat)
AlhamdulilLah saya baru saja kembali dari Lebak. Perjalanan dimulai selasa kemarin sepulang tugas pengawasan persiapan launching tahapan pemilukada banten ke KPU Pusat dan kemendagri di Jakarta. Dilanjutkan tugas pengawasan tapal batas Banten di sisi Lebak (Cibareno, Cilograng ) dg Sukabumi (Jawa Barat), juga sidak ke PT Antam di Cikotok, Lebak. Pukul 4sore start dari Jakarta sampai di Rangkas Bitung via Pandeglang pk 8 malam, melewati Malingping..jalanan hancur lebur, sampai di Bayah pk 00 45. Bermalam di sini..paginya pk 8 lanjut ke cikotok sampai di ujung tapal batas pk 11 siang. Sepanjang jalan kira2 85% lah jalanan hancur lebur.
Saya juga mencoba menyebrangi jembatan gantung menggunakan sepeda motor di sawarna, yang ketika dilalui berayun kekanan-kekiri, kalau ada saja 2 sepeda motor bisa dipastikan jatuh ke jurang, Banyaknya jembatan gantung karena mmg Lebak berbukit2...seperti gunung yang terbelah dengan jurang yang dalam kiri dan kanan sedangkan jalan rata2 berlobang, tidak rata, bergelombang. kalau mau kesana saran saya gunakan mobil offroad kalau tidak mau mobilnya syahid..drivernya juga biasa offroad..jgn coba2 ke Lebak tanpa didampingi org yang paham medannya karena boleh jadi bukan hanya tersesat tapi tersesat ke lokasi jalan yang lebih buruk kondisinya. ini sisi menantangnya ya..sisi yang buat kita semangat sepanjang jalan itu kita memandang permadani surga dunia yang luar biasa, i called this 'the sleeping beauty'.
Saya juga mencoba menyebrangi jembatan gantung menggunakan sepeda motor di sawarna, yang ketika dilalui berayun kekanan-kekiri, kalau ada saja 2 sepeda motor bisa dipastikan jatuh ke jurang, Banyaknya jembatan gantung karena mmg Lebak berbukit2...seperti gunung yang terbelah dengan jurang yang dalam kiri dan kanan sedangkan jalan rata2 berlobang, tidak rata, bergelombang. kalau mau kesana saran saya gunakan mobil offroad kalau tidak mau mobilnya syahid..drivernya juga biasa offroad..jgn coba2 ke Lebak tanpa didampingi org yang paham medannya karena boleh jadi bukan hanya tersesat tapi tersesat ke lokasi jalan yang lebih buruk kondisinya. ini sisi menantangnya ya..sisi yang buat kita semangat sepanjang jalan itu kita memandang permadani surga dunia yang luar biasa, i called this 'the sleeping beauty'.
Saya berkesempatan bersilaturahmi dg KH Zaenuddin simpatisan PKS yang akhirnya jadi ikhwah - lewat robthul 'am ust Sanuji - dan para ustadz di Sawarna, bersama akhwat2 tangguh istri para ust. Kecintaan dan militansi mereka luar biasa. Sebagian catatan perjalanan berupa dokumentasi tertulis terupload di milis internal dan facebook..Sejauh mata memandang atribut ust JJ menyapu bersih hingga kepelosok dari mulai masuk pandeglang hingga tapal batas di Cibareno, Lebak Selatan Tak ada yg tersisa untuk calon lain. inilah yg menimbulkan kegeraman ketika ada isu penertiban oleh dishub Banten (padahal apa hubungannya?). Saya rasa dishub ogah ambil resiko mobil hancur berantakan, kalau bukan mobil offroad/doublecabin yg kesana...(saya jadi 'tebenger' ikut teman yg drivernya mmg offroader).
Kembali ke jembatan gantung, sebenarnya yang ada saat ini cukup kokoh (sdh nyoba), mulai dari tambangnya, alas papannya yg sanggup menahan sepeda motor ditumpangi 2 orang (jgn khawatir, masih sanggup menahan yg over size sekalipun). Yang diberitakan kemungkinan memang sudah harus diremajakan, dibuat lebih banyak mengingat kondisi alamnya seperti itu. Pada saat di perbatasan anak2 memilih lewat jln pintas, jembatan gantung yg sdh expired dibandingkan harus memutar jauh dg jalan kaki atau ongkos yg mahal. untuk SD anak2 sukabumi memilih sekolah di lebak. untuk SMP lebih memilih ke Sukabumi. dst. Sekretaris kecamatan cilograng pada kesempatan itu didorong untuk mengajukan permohonan perbaikan dan pengadaan jembatan gantung. setelah itu langkah berikutnya, akan memperjuangkan lewat Badan Anggaran di pembahasan perubahan atau anggaran murni tahun berikutnya, kita juga punya wakil ketua komisi 4, ust Miftahudin yang mengurusi soal infrastruktur.
Insyaa Allah, nulisnya disambung kalau memang perlu ada sambungannya...berhubung baru sampai pk 3 30 subuh tadi, pengen leyeh2 sejenak ngelurusin otot2 yg berkelok2 mengikuti perjalanan 2 hari 2 malam Bintaro-jakarta-pandeglang-rangkas-cibareno-serang-Bintaro. Belajar dari semangat ikhwah Pandeglang&lebak yg memasang atribut di setiap sudutnya, izinkan saya beruluk takbir ..Allahu Akbar..
hambaAllah ygbiasasaja,
sssalbantany
Langganan:
Postingan (Atom)